Wednesday, 24 July 2019

Asal usul nama "Assassin" [


Legenda Assassin di Balik Perang Salib


Assassin, sebuah kata yang mungkin tak asing lagi bagi kita. Para gamer tentunya tahu akan karakter dan kisahnya. Selain itu, kata-kata assassin sudah sering terdengar di media internet, televisi, ataupun majalah. Assassin adalah salah satu legenda yang kurang tercium masyarakat dunia di tengah berkecamuknya Perang Salib.

Saya menemukan beberapa literatur tentang ‘ninja’ timur tengah ini dari buku yang membahas Perang Salib, beberapa webpage, dan juga game Assassin’s Creed. Dari buku dan internet tentunya saya dapatkan informasi mengenai fakta dan berbagai asumsi tentang Assassin. Sedangkan dari game, saya mendapatkan literatur imajinasi visual yang kurang lebih dapat dipercaya, karena game ini didesain dan dikembangkan oleh tim multikultural dan agama. Ada beberapa benang merah antara literatur yang saya temukan dan alur dalam game ini.

Assassin sebenarnya adalah lafaz dan istilah dari barat yang bersumber dari kata Hasyasyin. Hasyasyin adalah kelompok pembunuh rahasia yang terkoordinir dan terlatih dengan baik. Sebelum terjadinya Perang Salib, Hasyasyin dibentuk oleh Hassan Ibn Shabah yang tersingkir dalam suksesi di Mesir pada tahun 1090. 
Kemudian ia menggalang kekuatan Syi’ah di Syiria untuk membunuh para tokoh dan pimpinan Muslim Sunni (Ahlus Sunah wal Jamaah). Syi’ah sendiri adalah paham yang telah melenceng dari ajaran yang dibawa Rasulullah Muhammad SAW. Hassan juga membuat benteng Masyaf yang kuat di Alamut, sebelah selatan laut Kaspia dan utara Iran. Posisi benteng yang strategis ini mempermudah para hasyasyin melakukan penyusupan dan aksi pembunuhan mereka.

Ketika kita memainkan peran sebagai seorang Assassin di game Assassin’s Creed, kita akan benar-benar mendapatkan pengalaman visual tentang latar waktu itu. Game itu berlatar tahun 1191 dengan seting berkutat di benteng Masyaf, dan tiga kota pada masa itu, yaitu Damascus, Jerussalem, dan Acre. Latarnya waktunya adalah ketika Pasukan Salib III pimpinan Richard The Lion Heart mengarah ke Jaffa, untuk selanjutnya bermaksud merebut Jerussalem dari kekuasaan Muslim.

Yang menarik adalah tentang latar tiga kota sekaligus benteng yang divisualisasikan dalam game ini, yaitu Damascus, Jerussalem, dan Acre.

Damascus adalah sebuah kota yang dibebaskan pasukan Muslim pimpinan Khalid ibn Walid dari kekaisaran Romawi Timur, Byzantium. Kota ini digambarkan sebagai kota yang indah, dan merupakan pusat kekuatan Muslim.

Jerussalem adalah kota suci yang menjadi sengketa dari dulu sampai sekarang. Di tanah ini terdapat Solomon’s temple, the Dome of the Rock, the al-Aqsa Mosque, and the Church of the Holy Sepulchre. Awalnya kota ini diserahkan secara damai kepada Khalifah Umar ibn Khaththab pada tahun 637 M atau 16 H. 

Selama 8 abad, Muslim, Nasrani, dan Yahudi hidup dengan damai berdampingan di bawah kekhalifahan. Sampai akhirnya, Jerussalem dapat ditaklukkan oleh gelombang Pasukan Salib (Crusaders). Para prajurit haus darah ini membantai 70.000 Muslim di yang berlindung Masjidil Aqsha. Bahkan para semua Yahudi dan 

Nasrani yang membantu mempertahankan kota juga menjadi korban pembantaian. Sampai-sampai seorang sejarawan barat mengungkapkan, “…pembantaian terbesar yang membuat kami melewati genangan darah hingga mata kaki…”. Kurang dari satu abad kemudian, Jerussalem kembali ke pangkuan pasukan muslim setelah kemenangan gilang gemilang 12.000 tentara Allah pimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi menghempaskan 50.000 Pasukan Salib di lembah Hittin.  

Richard The Lion Heart, pada tahun 1191 tersebut  bermaksud merebut kembali Jerussalem dari kaum Muslimin. Kembali ke latar Assassin’s Creed, kota Jerussalem yang pada tahun itu telah ada di bawah pemerintahan Muslim itu, divisualisasikan sebagai kota di mana Muslim, Nasrani, dan Yahudi dapat hidup berdampingan. Di sana berdiri kokoh masjid-masjid, gereja-gereja, dan kuil-kuil Yahudi.

Dan Acre, sebuah kota yang digambarkan cukup suram. Hal ini mungkin dikarenakan tragedi Acre pada Juli 1191 yang berhasil ditaklukkan oleh tentara Salib. Hanya karena keterlambatan pembayaran uang tebusan sebesar 200.000 keping emas oleh Shalahuddin, Richard membantai 3.000 muslimin Acre yang kebanyakan wanita dan anak-anak.

Secara garis besar saya terkesan pada visualisasi yang mendekati real oleh para desainer game ini. Hanya saja, saya tidak sepakat  pemandangan akan pengememis dan orang gila yang ada di berbagai sudut kota, serta beberapa tentara yang mengganggu warga sipil. 

Terkesan memaksakan dengan men-genaralisasi-kan keadaan yang ada pada setiap kota. Maklum, ketika kota-kota dalam game itu dibuat sebagai kota yang aman tentram, tentunya akan sedikit sekali aksi pertarungan yang membuat game ini akan terasa menjenuhkan.

Hasyasyin juga turut memainkan peranannya di sini. Dalam memainkan peranan sebagai Assassin, kita akan berkeliling menjelajahi ketiga kota tersebut, mencari informasi tentang keadaan pasukan Shalahuddin dan Richard. Tentu, hasyasyin memainkan peranannya sebagai pembunuh rahsia, melenyapkan tokoh-tokoh yang dianggap berpengaruh dan mengganggu pada masa itu.

Dalam sejarah, dua pasukan besar itu bertemu dan berperang di Arsuf pada September 1191. Dan akhirnya, pada Sepetember 1192 tercapai kesepakatan damai antara Shalahuddin dan Richard, yaitu Jerussalem tetap dipegang umat Islam, dan umat Kristen diperbolehkan berziarah dengan damai.

Korban-korban yang berjatuhan akibat aksi pembunuhan rahasia Hasyasyin yaitu Nizamul Mulk (1092), Wazir al-Afdal (1122), Ibnu Kashab (1124), al-Bursuqi (1126), Raymond II of Tripoli (1152). Pada 1191, tokoh-tokoh nyata perang Salib yang dibunuh dalam Assassin’s Creed  adalah Garnier de Naplouse (hospitaller), William de Montferrat, Sibrand (pimpinan ksatria Teuton), dan Robert de Sable (pemimpin ksatria Templar). 

Tak berhenti sampai di situ, Conrad de Montferrat pada 1192 terbunuh di tangan Hasyasyin. Kuat dugaan bahwa Richard ada di balik pembunuhan itu. Shalahuddin al-Ayyubi juga menjadi target, dan beberapa kali hampir terbunuh. Terakhir, pangeran Edward dan Raja Edward dari Inggris yang menjadi korban dengan racun pada 1271.

Kelompok pembunuh rahasia ini pun melemah setelah bentengnya di Alamut dihancurkan kekaisaran Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan pada15 Desember 1256. Rekaman sejarah hasyasyin juga lenyap karena bangsa mongol yang tidak berminat pada ilmu pengetahuan tersebut menghancurkan perpustakaan hasyasyin.

Namun, dalam pengepungan Mongol 1256 itu, sebagian mereka masih hidup dan menyebarkan ajaran sesatnya. Mereka adalah sempalan dari syi’ah fathimiyyah yang beraliran Isma’iliyyah. Sejarah tentang pergerakan mereka telah direkam oleh banyak literatur Ulama Ahlu-sunnah setelahnya. 

Terbukti dlm bukunya Imam Ibn Khaldun, setelah mereka bangkit dari keterpurukannya mereka memulai pergerakan baru yaitu melenyapkan ulama Islam, salah satunya Imam Ibn Taimiyyah, Ibn Qoyyim bahkan Ibn Katsir tak luput dari target mereka.

Pada 1273, cabang-cabang Hasyasyin di Syiria diberangus oleh Kesultan Mamluk. Legenda Hasyasyin pun runtuh dengan sedikit sekali menyisakan serpihan sejarah.

Wallahu’alam bishshowab.


Sumber Rujukan : 
24.7.2019: 11.21 pm

HISTORY - RMN VESSEL

HMS LABURNUM
The first SSRNVR ship, HMS Laburnum was inducted on 18 February 1935 and was used as Naval Training Platform. 



HMMS LABURNUM
A Former Japanese Minelayer , Ex- HIJMS Wakataka captured in Surabaya Indonesia at the end of WW 2. 
She entered Service with Malayan Naval Force in 1949. 
in 1965, she was transfered to Singapore and renamed RSS Singapura. 



HMMS PANGLIMA
A second vessel to be so named, the ship was transferred to Malayan Royal Naval Volunteer Reserve (MRNVR) as a replacement for the earliest vessel which was bomb and sunk by the Japanese Navy in 1942. 


HMMS SRI MELAKA
Originally name HMS Pelandok but 2 months later was renamed HMS Malaya. In January 1957, she was still listed as a maintenance repair craft HMMS Sri Melaka. 



HMMS SRI PERLIS
Handover to Malayan Naval Force in June 1949 and was named HMS Pelandok. On 31 August 1958 she was renamed HMMS Sri Perlis. 



HMS TEST
HS Test was loaned to the newly created Malayan Naval Force as a training frigate. 



KD MUTIARA 
KD Mutiara was the first ship officially awarded the title "Kapal Di Raja" (KD) on 20 May 1961. She was also the first ship specifically built for RMN and was also the first locally built vessel. 


KD MAHAMIRU
HMS DARLASTON', on the 3 March 1960, carried out earthquake relief duties (Operation 'Samaritan') with 'HMS TYNE' at Agadir. Two months later she sailed for Singapore and transferred to the Malayan Navy and known as KD Mahamiru.

KD LEDANG
HMS HEXTON, after seven years in the RN, was refitted at Chatham Dockyard during 1963, and sold to Malaya. She was re-commissioned as KD LEDANG.


KD TAHAN
HMS LULLINGTON spent ten years in the RN before being sold to the Malayan Navy in 1966. She was re-named KD TAHAN.

KD BRINCHANG
HMS THANKERTON was refitted in Singapore, in April 1966, and transferred to the Malaysian Navy. She was re-named KD BRINCHANG.

KD JERAI
Ex HMS Dilston - commissioned with RMN in 1964. 

KD KINABALU
Ex HMS Essington - commissioned with RMN in 1964. 




Update: 24 July 2019 : 1.00 pm




Kajian DNA Ke Atas Orang Melayu: Benarkah Melayu Ialah Pendatang?

Tidak syak lagi bahawasanya melayu adalah sebuah bangsa yang tergolong dalam kelompok manusia moden iaitu Homo sapiens sapiens. Manusia adalah antara organisma yang tidak mengalami evolusi secara drastik. Kita bukanlah tercipta melalui evolusi dari haiwan yang tiada akal kepada manusia yang berakal. Kajian menunjukkan bahawa set kromosom manusia iaitu 23 pasang Set Kromosom tidak berubah sejak dahulu sampailah sekarang, di mana kepelbagaian manusia hari ini adalah disebabkan perubahan minor dalam set allele yang disebabkan oleh pemilihan semulajadi (Natural Selection), mengikut tempat dan cuaca.
Maksudnya, jika manusia yang mendiami kawasan yang sejuk dan tinggi, warna kulitnya akan menjadi cerah dan mempunyai kemahiran yang tinggi dalam mendaki gunung (Contoh: Sherpa di Nepal dan Malim Gunung di Gunung Kinabalu) dan jika manusia tersebut mendiami kawasan yang panas dan dikelilingi laut, warna kulitnya akan menjadi gelap sedikit dan memiliki kemahiran yang tinggi dalam berlayar di laut lepas. Oleh sebab itu, kawasan geografi manusia hari ini adalah hasil dari penghijrahan manusia dari suatu tempat ke seluruh muka bumi Allah ini sebagai khalifah, dan ia telah ditetapkan bahawasanya manusia itu diciptakan bersuku-suku walaupun bapa dan ibu manusia itu bermula dari satu jurai keturunan, iaitu keturunan Adam dan Hawa.
Kajian DNA yang dikenali sebagai ‘Single Nucleotide Polymorphism’ (SNP) atau Polimorfisme Nukleotida Tunggal adalah kajian lanjut yang dijalankan untuk mengkaji pewarisan kita dari juraian ibu (menggunakan kajian DNA Mitokondria) dan dari juraian bapa (menggunakan kajian DNA Kromosom Y). SNP ialah teknik yang digunakan oleh ahli-ahli forensik untuk mengesan ‘DNA Fingerprint’ untuk mengesan jalur keturunan kita dari sebelah ibu atau sebelah bapa. Walaubagaimanapun, kajian DNA tunggal tersebut juga boleh digunakan untuk mengkaji umur DNA sesuatu bangsa itu secara in-situ. Ini bermaksud, kajian ini boleh mengesan umur sesuatu bangsa itu dan keberadaannya di kawasan tersebut, bersandarkan kepada umur relatif sesuatu DNA dengan teori kemenjadian DNA iaitu 5 juta tahun dahulu.

Genetik Mitokondria Hawa
Genetik Mitokondria Hawa (Mitochondria Eve) ialah set genetik mitokondria yang hanya dibawa oleh genetik ibu sahaja. Ia ditemui oleh Cann, Stoneking dan Wilson yang menerbitkan artikel berkenaan Mitochondria Eve di dalam Majalah Nature pada tahun 1987. DNA Mitokondria yang ditemui dalam manusia moden berusia lebih kurang 200,000 tahun lalu, berdasarkan kepada indikasi manusia pertama yang diciptakan berusia 5 juta tahun dahulu.
Justeru, daripada bukti DNA mitokondria ini, dapat disimpulkan bahawa bangsa manusia moden hari ini (Homo sapiens sapiens) bermula di Afrika Timur, seawal 200,000 tahun dahulu, dan genetik anak melayu juga dari juraian yang sama. Setelah mereka keluar dari Afrika, mereka telah sampai di Tanah Melayu seawal 74,000 tahun dahulu, menyeberangi Laut Merah, berjalan ke Selatan Semenanjung Arab, terus ke Pantai Barat India, bergerak melalui laluan pantai yang lebih landai dan panas (berbanding laluan gunung yang membeku di zaman dahulu), terus ke Indochina kira-kira 74,000 tahun dahulu sebelum berlakunya bencana alam maha dahsyat iaitu Letusan Gunung Berapi Toba yang mengorbankan lebih 70% daripada penghuni bumi ketika itu.
Manusia yang terselamat daripada bencana ini ialah mereka yang sempat berlindung di dalam gua luas di tanah tinggi iaitu di Gua Niah, Gua Gunung Runtuh, Gua Teluk Kelawar dan pelbagai kawasan tanah tinggi yang melahirkan progeni bangsa-bangsa asal di Asia Tenggara ini yang dipercayai berasal dari empat bangsa purba di Asia Tenggara. Oleh itu, melalui dapatan Kajian DNA Mitokondria (MtDNA), melayu ialah antara bangsa terawal yang masih bermandiri di dunia ini, seawal 60,000 tahun dahulu, dan antara pecahan genetik tertua dari Afrika, sebelum berevolusi di kawasan yang lebih sejuk iaitu ke arah Utara dan Timur. Melalui dapatan kajian Yao et al pada 2002 yang bertajuk Phylogeographic differentiation of mitochondrial DNA in Han Chinese, Migrasi bangsa China ialah pergerakan dari Selatan, bermula dari Asia Tenggara ke Negara China.
Ini bermaksud, genetik melayu lebih tua dari China dan Theory Out of Yunnan dan Theory Out of Taiwan ditolak sama sekali. Lebih kurang 74,000 tahun dahulu, nenek moyang melayu telah berkampung di Kawasan Pedalaman Asia Tenggara, menjadi induk utama kepada bangsa Daic di Utara Vietnam dan Indo-China hari ini, dan menurunkan generasi Melayu, Mon, Khmer dan Pyu. Kawasan di Pedalaman Asia Tenggara telah menjadi kawasan takungan genetik Melayu dan Mon sejak zaman berzaman, dan bergerak ke Benua Sunda sejak 60,000 tahun dahulu. Penulis bukan menukilkan berkenaan kaum Semang semata-mata, bahkan bersama-sama Semang ialah nenek moyang orang melayu. MtDNA melayu yang dikaji oleh pengkaji-pengkaji genom di USM Kubang Kerian adalah menghampiri usia Semang iaitu dalam lingkungan 59,000 tahun dahulu.
Kajian ini membuktikan orang melayu adalah “pendatang” ke tanah ini, iaitu antara pendatang pertama yang menjadikan kawasan ini sebagai tanah air mereka. Mereka juga bernasabkan kepada keturunan yang keluar dari Afrika, walaupun didapati melayu tidak mempunyai genetik Afrika (allele jenis E), tetapi orang melayu kaya dengan genetik yang bermutasi kitaran pertama dari genetik ini (allele M, N dan R), serta penanda genetik (genetic marker) orang melayu ada banyak persamaan dengan penduduk di Kepulauan Melayu, Micronesia dan Polinesia.Kajian juga mendapati pergerakan penutur Austronesia di Kawasan Kepulauan Melayu berdasarkan DNA ialah dari Pedalaman Asia Tenggara, ke Semenanjung dan ke Seluruh Kepulauan, sebelum bertemu dan bersemenda dengan penduduk yang datang dari Taiwan di Papua dan Filipina.

Kromosomal-Y Adam
Kromosom-Y ialah set kromosom seks yang hanya terdapat pada lelaki. Melalui kajian yang dijalankan, Kromosom-Y hanya boleh diwarisi oleh anak lelaki sahaja, membolehkan kajian terperinci berkenaan dengan pewarisan dari sebelah bapa atau paternal. Kajian genetik SNP secara paternal ini dikenali sebagai Y-chromosomal most recent common ancestor (Y-MRCA) yang mana kajian terperinci yang dijalankan mendapati umur Kromosom-Y Adam yang dikaji ialah dalam lingkungan 200,000 tahun juga. Ini menjadikan teori manusia ini datang dari satu ibu dan satu bapa menjadi lebih tinggi kesahannya.

Banyak kajian genetik yang dilakukan dengan pelbagai keputusan yang agak memberangsangkan bagi mengesan Y-Kromosom dalam orang melayu dan seluruh kepulauan. Dalam banyak-banyak allele yang dikaji, dapatan allele Non-Africa yang sampai ke Kepulauan Melayu ialah allele K-M yang dijangka tiba ke Alam Melayu sejak 10,000 tahun dahulu. Kajian oleh Tatiana M. Karafet (2015) mendapati bahawa haplogroup K-M526 sangat spesifik kepada orang yang berada di Austronesia dan ia bermula di Kepulauan melayu, sebelum tersebar ke seluruh arah.
Daripada dapatan kajian tersebut, jelaslah bahawa ibu orang melayu telah berada di Kepulauan melayu sekurang-kurangnya 50,000 tahun dahulu dan bapa orang melayu pula 40,000 tahun dahulu (melalui Haplogroup K) dan berkemungkinan sampai pada masa yang sama, tetapi mengalami mutasi yang berbeza. Keadaan ini kerana MtDNA dari ibu lebih stabil dan sukar bermutasi kerana ia terletak di luar nukleus, tetapi Y-kromosom berada di dalam nukleus sesuatu sel. Menerusi dapatan kajian tersebut juga, didapati orang-orang yang berada di Timur dan Timur-Laut Kepulauan melayu adalah cucu-cicit nenek moyang kita yang bermigrasi ke sana, bukan migrasi dari sana ke mari.



Info gambar: Pergerakan Out of Sundaland yang lebih menepati kajian Tatiana M. Karafet (2015) Sumber gambar: http://forwhattheywereweare.blog ... logroup-k-m526.html

Walaubagaimanapun, teori Slow Boat ataupun Out of Taiwan juga berkemungkinan besar berlaku pada 3,000 tahun dahulu. Dan pertembungan ini mewujudkan keturunan-keturunan kita yang bertutur dalam bahasa melayu atau bahasa austronesia ini.

Kesimpulannya, dari dapatan Kajian Genetik ini, dapatlah dinyatakan bahawa melayu juga adalah “pendatang”, iaitu antara gelombang pertama yang keluar dari Afrika dan ditakdirkan menjadi khalifah di kawasan kepulauan melayu ini. Namun perlu diketahui, oleh kerana jarak masa yang terlalu panjang, Kepulauan Melayu ini menjadi tanah air (homeland) orang melayu sejak berpuluh ribu tahun dahulu dan menjadi bangsa induk kepada bangsa lain yang berada ke arah Timur, sehingga ke Hawaii dan Rapa Nui, serta ke arah utara iaitu ke arah China, Jepun dan Korea. Mereka yang pertama membina ketamadunan dan negara bangsa mereka terlebih dahulu sebelum migrasi yang berlaku ketika zaman moden dek penjajah British. Adalah berdasarkan kajian ini, orang Melayu sudah layak mendapat gelaran bumiputera dan pribumi di Kepulauan Melayu.
Sumber :
24.7.2019: 12.39 am

Tuesday, 23 July 2019

THE CEYLON MALAY REGIMENT


The first British forces commanded by Col. James Stuart, to arrive in Ceylon landed about 4 miles north of Trincomalee on 3rd August 1795, with approximately 2,700 men. About two weeks after landing Fort Frederick and Fort Osternberg were captured and a week later Stuart embarked for Point Pedro. After capturing Kayts he continued on his coastal march and by mid November, Mannar and Kalpitiya were taken. Chilaw and Negombo were abandoned by the Dutch in early February 1796 and Colombo eventually capitulated on 15th February 1796, together with the remaining Dutch settlements – Kalutara, Galle and Matara. In a few months the British replaced the Dutch occupation of the Maritime provinces of Ceylon and this was the beginning of the formation of the Ceylon Regiments.
There were several regiments in the Dutch army during this time and the ONLY troops who opposed the British in 1796 were Malays serving as independent companies, proof the Malays’ faithfulness to their masters. However, after the Dutch ceded control of Ceylon to the British, under an agreement between them, 5 companies of Malays were transferred into the British Army which led to the formation of the Malay Rifle Regiment to be later named as the Ceylon Rifle Regiment. In 1801, the regiment was transferred to the King’s service (King George III – 1760-1820) under Col. Josiah Champagne and brought to a strength of ten companies, by the enlistment of a further batch of Malays from the Dutch service in St. Helena.
1807 – Re-designated as the 1st Ceylon Rifle Regiment.
1814 – Received 400 Malay recruits and was later to become a Light Infantry Corps.
1818 – Re-named 1st Ceylon Rifle Regiment
1820 – After 6 years of service as a Light Infantry Unit, the 1st Regiment became a Rifle Corps with 11 companies.
1827 – The title was changed to Ceylon Rifle Regiment. An unofficial account of the Ceylon Rifle Regiment, published in 1834, gives the total strength of all ranks as 1824, comprised chiefly of Malays with European Officers.
1844 – More Malays were recruited.
1873 – The Regiment was ordered to be struck off establishment and ceased to exist in 1874.
After the Rifles were disbanded many of these soldiers, especially the Malays were drafted into the Police.
WILLIAM HUNSLEY was a military artist and topographer who also worked as a draughtsman for the East India Company in Madras during the years 1837-43. His engravings included three figures of uniforms of the Ceylon Malay Rifle Corps of JEMDAR, SEJEANT & CORPORAL ranks. (See pics)
(Note: Could not find any pics of uniform of the Subedar rank - our great grand father, Casim Camis was one in 1869).
Copy and paate from FM
23 July 2019: 7.09 pm

Makna Lagu M Nasir Tanya Sama Itu Hud Hud

Review tentang lagu M Nasir bertajuk Tanya sama itu hud-hud , Apa maksud tersirat dan apa makna tersirat dan nasihat yang ada dalam lagu ini . Dah Lama aku nak wat posting pasal lagu ni tapi asyik terlupa je. Jadi malam yang indah ini sesuai la tuk aku review pasal lagu dari genius muzik, m nasir yang banyak lagu dia berunsurkan tassawuf dan erti mengenal diri .

Tujuh puluh tiga pintu
Tujuh puluh tiga jalan
Yang sampai hanya satu jalan

Rangkap pertama dalam lagu ini , di inspirasikan dari hadith baginda Rasullah S.A.W  tentang umat islam di akhir zaman yang akan terbahagi kepada 73 Golongan dari  dari kesemua golongan itu hanya ada satu golongan yang akan terselamat , 1 golongan itu adalah golongan Ahli Sunah Waljamaah.

“Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari Ahlul Kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Sesungguhnya (ummat) agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tempatnya di dalam Neraka dan hanya satu golongan di dalam Surga, yaitu al-Jama’ah.”

[HR. Abu Dawud (no. 4597), Ahmad (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimi (II/241), al-Ajurri dalam asy-Syarii’ah, al-Lalikai dalam as-Sunnah (I/113 no. 150). Dishahihkan oleh al-Hakim dan disepakati oleh Imam adz-Dzahabi dari Mu’a-wiyah bin Abi Sufyan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan hadits ini shahih masyhur. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani. Lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 203-204)]

Dalam riwayat lain disebutkan:
“Semua golongan tersebut tempatnya di Neraka, kecuali satu (yaitu) yang aku dan para Sahabatku berjalan di atasnya.”

[HR. At-Tirmidzi (no. 2641) dan al-Hakim (I/129) dari Sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr, dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiihul Jaami’ (no. 5343). Lihat Dar-ul Irtiyaab ‘an Hadiits maa Anaa ‘alaihi wa Ash-haabii oleh Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, cet. Darur Rayah, th. 1410 H]

Beribu-ribu Margasatua
Mencari raja si Muraq
Yang sampai hanya tiga puluh

Terdapat Syair parsi tulisan Farid Ud-Din Attar bertajuk Musyawarah Burung (Mantiq Al-tayr). Dalam syair tersebut beribu-ribu burung terbang mencari raja segala burung iaitu  Raja Simurah. Daripada beribu burung tersebut hanya 30 sahaja yang berjaya sampai . Lagi detail tentang syair ini klik ---- > FARIDU'DDIN ATTAR - Musyawarah Burung (Mantiqu't-Thair)

Ooh... Sang Algojo
Ooh... nanti dulu

Algojo berasal dari perkataan portugis , algoz , Algojo ini tugasnya adalah bertangungjawab untuk menjalankan hukuman mati kepada pesalah . Secara halusnya algojo ini adalah tugasnya pencabut nyawa . Mungkin di gambarkan sebagai Malaikat Maut.

Lihat dunia dari mata burung
Atau lihat dari dalam tempurung
Yang mana satu engkau pilih

Rangkap yang senang dan mudah . melihat dunia dengan lebih terbuka atau masih melihat dalam keadaan terkurung mana satu menjadi pilihan kita.

Dalam kalut ada peraturan
Peraturan mencipta kekalutan
Di mana pula kau berdiri
Di sini

Dalam setiap kekalutan dalam masyarakat, manusia mencipta satu peraturan tapi peraturan itu kadangkala hanya mencipta banyak lagi masalah , peraturan yang manusia cipta tak sempurna .

Pada Zaman Jahilliyah , Rasullullah mengajar islam dan keindahannya pada orang-orang jahilliyah . Sistem ajaran dari Rasullullah sangat  sempurna berpandukan Al-quran dan Al-hadis dari segi politik sehingga la kepada kehidupan harian . Tetapi pada hari ini banyak sistem dan peraturan telah di ubah mengikut kesesuaian  yang kebanyakannya dapat kita lihat tidak seimbang dan sempurna.

Ooh... Sang Algojo
Ooh... nanti dulu
Berikan ku kesempatan akhir ini
Untuk menyatakan kalimah/kisah sebenarnya
Berikan aku kesempatan akhir ini
Lai lai la lai la lai

Di saat nyawa kita dicabut sempatkah kita untuk mengucap kalimah yang sebenar.

Tanya sama itu hud-hud
Lang mensilang
Kui mengsikui
Kerana dia yang terbangkan ku ke mari

Lang mensilang Kui mengsikui , aku tak berapa pasti apa maksud ayat ini , tetapi dalam sebutan cina Nang bo ti nang kui bo ti kui membawa maksud Orang bukan orang , Hantu bukan Hantu . Orang-orang dulu cakap terlalu jahat , hati serupa batu . part tanya sama itu hud hud mungkin termasuk dalam syair parsi FARIDU'DDIN ATTAR - Musyawarah Burung (Mantiqu't-Thair)

Sumber rujukan:
23.7.2019: 2.08 pm

Saturday, 20 July 2019

Serangan hendap Lahad Datu 1985

Serangan hendap Lahad Datu 1985 ialah sebuah siri rompakan dan tembakan rambang yang berlaku pada 23 September 1985 apabila 15-20 lanun asing mendarat di pantai Lahad Datu dan mula menyerang pekan tersebut. Setelah mendarat, lanun-lanun tersebut terus melepaskan tembakan rambang, membunuh serta mencederakan orang awam, mereka juga sempat merompak wang dalam anggaran RM 200,000 dari sebuah bank tempatan dan beberapa ribu RM dari pejabat Malaysia Airlines.

Latar belakang.
Hampir seluruh kawasan di timur Sabah terkenal dengan jumlah warga Filipina yang tinggi, termasuk yang tinggal secara sah ataupun secara haram. Kawasan ini telah menjadi syurga kepada lanun-lanun dari Filipina dan Sabah sendiri telah menderita 10 serangan besar sejak 1976. Pada petang 23 September 85, sejumlah lelaki bersenjata yang memakai seperti askar muncul di pekan tersebut dan mula melancarkan tembakan rambang. Serangan dan tembakan tersebut meninggalkan pekan itu dengan kemusnahan dan darah mereka yang ditembak boleh ditemui hampir di setiap penjuru. Salah seorang mangsa yang merupakan wanita yang sarat mengandung, ditembak ketika beliau sedang dihantar pulang di dalam van. Pemandu van tersebut sempat membawanya ke hospital namun beliau telah disahkan meninggal dunia setibanya di situ. Seorang lagi mangsa, seorang Cina cedera ditembak dalam serangan tersebut.
Lokasi :Lahad Datu, Sabah
Koordinat : 5°1′48″N 118°20′24″E
Tarikh:23 September 1985 – 24 September 1985(1 hari)
Waktu petang hingga keesokan paginya (UTC+8)
Jenis serangan : Rompakan bank, rompakan, tembakan rambang
Senjata : M-16, Carbine, Machine guns.
Motif :Rompakan

Ops PAGAR di lancarkan. Antara kapal TLDM yang terlibat 13th Squadron PC yang berpengakalan di Labuan KD Kerambit, KD Sri Melaka dan PX16 (yang berpengkalan di Lahad Datu) secara ringkas;- OPS PAGAR dalam kenangan..
Copy and paste: FB Veteran Tentera Laut
20/7/2019: 4.54 pm

Tokoh maritim Melayu


BUKU ini menghimpunkan pelbagai artikel, sinopsis novel dan puisi yang pernah dihasilkan pelbagai pihak mengenai Panglima Awang iaitu orang Melayu pertama yang didakwa telah berjaya mengelilingi dunia.
Sesudah kejatuhan Empayar Melaka pada 1511, Panglima Awang yang turut dikenali di Barat dengan nama Enrique Malacca telah ditawan oleh orang Portugis dan dibawa ke Portugal dan kemudiannya ke Sepanyol.
Beliau kemudiannya mengikuti pelayaran ahli pelayaran dari Portugal, Ferdinand Magellan mengelilingi dunia dan mencari jalan ke Timur dari 1511 hingga 1521. Magellan adalah salah seorang nakhoda dalam armada diketuai Alfonso d’Albuquerque yang menyerang Melaka.
Ini adalah kali pertama seorang pemuda Melayu merantau sejauh itu ke seluruh pelosok dunia dan mencipta nama yang hebat.
Pelayaran itu berakhir apabila Magellan dibunuh oleh sekumpulan lanun diketuai Si Lapu-Lapu di Pulau Cebu, Filipina pada 1521 manakala Panglima Awang pula berjaya melepaskan diri daripada tawanan lanun berkenaan dan kembali ke Melaka.
Terdapat juga dakwaan bahawa selepas Magellan terbunuh, Panglima Awang telah mengemudi kapal lain bernama Victoria dan berjaya balik ke Sepanyol pada 1522 bersama 17 kelasi yang masih hidup.
Tiada pengesahan sehingga kini mengenai dakwaan itu kerana rekod sejarah hanya menyebut nama jurumudi kapal itu bernama, Espinosa. Adakah beliau individu sama dengan Enrique atau Panglima Awang? Wallahualam.
Banyak lagi nama lain yang turut diberikan kepada beliau seperti Henry The Black, Henrich, Ariberto dan Enrfique de Malacca.
Sebenarnya terdapat terlalu sedikit maklumat mengenai Panglima Awang dalam bentuk tulisan. Bukti fizikal pula hanyalah rumah di kampung kelahirannya di Teratak Enrique Malacca di Lot 214, Batu 27, Kampung Tengah, Kuala Sungai Baru, Melaka.
Maklumat dalam bentuk tulisan adalah daripada Surat Wasiat Magellan yang ditulis pada 1519 sebelum mula belayar yang menyebut mengenai Enrique.
Kata Magellan, sebagai hamba, Enrique yang berasal dari Melaka akan dibebaskan setelah kematiannya nanti dan diberikan sejumlah wang. Dalam surat itu, beliau juga menyebut Enrique yang berusia 26 tahun telah menganut agama Kristian.
Maklumat kedua mengenai kewujudan Enrique adalah daripada senarai daftar pelaut yang menyertai lima kapal yang berada dalam Armada Maluku tajaan Raja Charles I dari Sepanyol.
Nama Enrique tersenarai sebagai anak kapal Trinidad, iaitu kapal utama yang turut dinaiki Magellan. Bagaimanapun, beliau tidak didaftar sebagai hamba yang bekerja di kapal itu tetapi disenaraikan sebagai jurubahasa.
Maklumat ketiga, adalah buku yang ditulis tokoh sejarah Sepanyol pada 1837, Martin Ferdanadez de Navarette yang menyebut kebolehan Enrique untuk bertutur dengan fasih menggunakan bahasa negara itu.
Maklumat keempat, adalah daripada catatan sukarelawan dari Itali, Antonio Pigafeeta yang turut serta menyertai pelayaran bersama Magellan yang menyebut kapten kapal Trinidad yang baharu, Duarte Barbosa enggan membebaskan Enrique walaupun selepas kematian tuannya. Beliau turut menghina status pemuda itu, sebagai hamba tawanan perang.
Pigafeeta dikatakan mempunyai hubungan rapat dengan Enrique yang membantunya mengumpul 426 perkataan dalam bahasa Melayu yang kemudiannya dimasukkan dalam kamus Itali-Melayu yang pertama.
Mengenai dakwaan beliau beragama Kristian, kajian yang dibuat oleh ahli sejarah tempatan membuktikan pemuda itu masih beragama Islam. Ini berdasarkan kepada beberapa fakta termasuk menolak ajakan adik perempuan Magellan, Mariam yang kuat berpegang kepada agama Kristian untuk berkahwin.
Panglima Awang juga dikatakan tidak terbunuh bersama-sama 27 kelasi lain ketika pertempuran di Filipina seperti yang terdapat dalam catatan rasmi kerajaan Sepanyol.
Sebaliknya beliau berjaya pulang ke Melaka dan berkahwin dengan tunangnya, Tun Gayah dalam upacara yang dijalankan secara Islam. Jasad Panglima Awang didakwa dikebumikan di sebuah tanah perkuburan Islam di Rembau, Negeri Sembilan.
Dalam pada itu, untuk pengetahuan pembaca, buku ini dicetak dengan kos sendiri oleh pensyarah Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Prof. Madya Dr. Talib Samat. Sehubungan itu, naskhah berkenaan tidak dijual di kedai-kedai buku.
Menurut beliau, sesiapa yang berminat membeli buku berkenaan boleh menghubunginya di talian 012-2269740 atau emel dr.talibsamat@yahoo.com.
Sumber:

IBU ZAIN DAN AL-HADI PEJUANG FEMINIS? INILAH CERITANYA


“Hentikan Keganasan, Hormati Perempuan!” Bersemangat betul para wanita dan NGO yang keluar berarak semasa Hari Wanita Sedunia 9 Mac lalu. Tetapi kesedaran akan hak-hak wanita bukanlah diimport dari Barat atau baru sehari dua muncul dalam sejarah negara kita.
Semasa awal abad ke-20, kita sudah ada Ibu Zain yang memperjuangkan hak wanita melalui slogannya “Moden dididik Agama dibela”. Beliau sangat mengutamakan pendidikan bagi kaum wanita. Menurutnya, wanita merupakan tangan kanan kaum lelaki dan bertanggungjawab untuk melahirkan generasi masa depan yang berkualiti.

Ibu Zain, wanita hebat kelahiran Melaka ini, pernah menjadi Penyelia Sekolah Perempuan di Johor Bahru antara tahun 1929 hingga 1947. Beliau turut mengasaskan di Johor sekolah Inggeris pertama untuk wanita. Pada tahun 1930 Ibu Zain menerbitkan majalah Bulan Melayu yang dianggap sebagai majalah pertama untuk kaum wanita.
Seorang lagi anak kelahiran Melaka yang tidak kurang penting adalah Syed Syeikh al-Hadi. Kalau Ibu Zain mempunyai majalah Bulan Melayu, Syed Syeikh dan golongan Kaum Muda mempunyai majalah al-Imam. Kaum Muda memperjuangkan konsep “wanita baru” iaitu wanita yang meningkat kualiti hidupnya berbanding masa lalu.
Selain menerbitkan majalah dan akhbar, Syed Syeikh juga seorang novelis. Ketika Hikayat Faridah Hanom muncul pada tahun 1925, ia menimbulkan pelbagai kontroversi. Masyarakat Melayu dikejutkan dengan kisah cinta berahi di antara Faridah Hanom dan Shafik Afandi, syair-syair erotik, malah ia dikarang oleh seorang ulama progresif yang umur sudah menghampiri 60-an.
Hikayat Faridah Hanom sebenarnya adalah novel yang ingin memperjuangkan emansipasi wanita. Ini terbukti apabila Faridah Hanom menentang perkahwinan yang dipaksa ke atasnya sehingga berjaya mendapat cerai daripada pihak mahkamah.
Tetapi di sebalik hasrat murni novel ini, ia secara jelas menggalakkan pergaulan bebas antara lelaki dan perempuan. Perkara ini tidak dipersetujui oleh Ibu Zain kerana ia menghina nilai moral orang Timur.
Pendekatan mereka berbeza, tetapi matlamat mereka sama: mengangkat martabat wanita di Tanah Melayu.
SUMBER BACAAN:
1. Mahani Musa, “Wanita Melayu, Kesedaran Pendidikan dan Pembentukan Masyarakat Malaysia Moden.” 
2. Talib Samat, Syed Syeikh Al-Hadi (Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1992).

Copy and paste: FB Melaka in Fact
20 July 2019: 2.59 pm

MELAKA MENJADI TUMPUAN PEDAGANG RYUKYU

Family Mart, Uniqlo, Toyota, jenama dari Jepun kini bahagian daripada kehidupan kita. Tetapi tahukah anda pada abad ke-15 Kesultanan Melayu Melaka telah menjalin hubungan perdagangan dengan sebuah kerajaan kecil bernama Ryukyu?
Ryukyu asalnya ialah sebuah kerajaan bebas sebelum ia diserap ke dalam negara Jepun pada tahun 1879 Masihi ketika zaman Pemulihan Meiji. Ryukyu hari ini terdiri daripada sekumpulan pulau di barat daya Jepun dengan Okinawa sebagai pulau terbesar.

Menurut dokumen “Rekidai Hoan” (atau Dokumen Berharga Generasi Seterusnya) terdapat 19 pucuk surat daripada Ryukyu kepada Melaka, dan 11 surat daripada pihak Melaka kepada Ryukyu. Hubungan antara kedua-dua negara dipercayai bermula ketika pemerintahan Raja Sho Toku di Ryukyu dan Sultan Mansur Shah di Melaka.
Dalam surat bertarikh 15 Ogos 1468 Raja Ryukyu mengirimkan hadiah “berupa kain sutera, pedang Jepun, kipas berserta tembikar untuk dipersembah kepada kerajaan Melaka.”
Hubungan di antara Ryukyu dan Melaka berterusan hingga 1511. Antara sebab aktiviti maritim Ryukyu mula merosot adalah kebangkitan aktiviti lanun, kemunculan Portugis di wilayah selatan, dan hubungan yang semakin renggang dengan Dinasti Ming di China.
Tetapi kenapa sebenarnya Ryukyu ingin berdagang dengan Melaka? Apakah barang yang mereka jual dan beli daripada Melaka? Nantikan siaran kami pada hari Khamis ini.
Bahan rujukan:
1. "Sejarah Hubungan Ryukyu-Melaka Berdasarkan Sumber Jepun," Nasrudin Md Akhir & Lee Chee Leong (2017). 
2. "Ryukyu and Southeast Asia," Shunzo Sakamaki (1964). 
3. "Sejarah Perdagangan Maritim Ryukyu Serta Hubungannya Dengan Melaka," Azlansyah Aman & Azhar Mad Ros (2016).

Copy and paste: FB Melaka in Fact
20/7/2019: 2.47 pm