Monday, 17 November 2014

NASIHAT HABIB UMAR BIN HAFIDZ DALAM KHUTBAH JUMAAT


Kutipan Khutbah Jumat di Masjid Jami` Nur Muhammad Kemang ,Jakarta Selatan 21 Muharram 1436 H


Jangan jadikan waktu yang kita miliki, umur yang kita miliki ,kehidupan kita miliki dari yang yang sangat sedikit ini jangan kita jadikan sebagai halaman untuk permainan orang -orang yang berbuat dholim kepada Allah subhanallahu wata`ala, orang-orang yang berbuat kejahatan orang-orang tersebut ingin menjadikan diri kita ,dzat kita, waktu kita,hidup kita sebagai tempat permainan mereka, tempat mereka membuang kotoran . Walyaudzubillahi min dzalik

Allah subhanallahu wata`ala berfirman : Seandainya kalian mengikuti kebanyakan orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan membuat engkau tersesat dari jalan Allah subhanallahu wata`ala.
Beliau al habib umar bin hafidz menasehati untuk menjaga pandangan ,pendengaran, Lisannya.

menjaga pandangan dari hal-hal yang bukan urusannya, menjaga pendengarannya dari hal-hal yang bukan urusannya, menjaga hal-hal dari menyaksikan yang bukan urusannya, menjaga lisannya dari perkataan-perkataan yang bukan urusannya ,menjaga hal-hal yang fudhul yang bukan urusannya apalagi dari hal yang di haramkan oleh Allah subhanallahu wata`ala.

Sebab dengan menjerumuskan matanya, pendengarannya, lisannya dalam hal-hal yang bukan urusannya maka ia telah menodai kemanusiaan/menghinakan kemanusiaan. Walyaudzubillahi min dzalik
Barang siapa yang istiqomah di dalam pandangannya,istiqomah di dalam pendengarannya, istiqomah di dalam lisannya maka akan berujung pada istiqomahnya Hati, berujung pada Beristiqomah pada ketaqwaan kepada Allah Subhanallahu wata`ala.

Allah swt berfirman : Sesungguhnya pendengaran kita,peglihatan kita kelak akan diintegorasi oleh Allah subhanallahu wata`ala
Dengan menjaga pendengaran kita dari hal-hal yang tidak baik, menjaga penglihatan kita dari hal-hal yang tidak baik maka akan terjaga pula hati kita.

Gunakanlah pandangan kita untuk memandang kaum mukiminin dengan kasih sayang, gunakan pandangat mata kita untuk melihat alam ini untuk bertafakkur

Jangan sampai pandangan mata kita kelak akan menjadi penyesalan kelak di hari kiamat.

Jangan sampai musuh-musuh Allah mereka berkuasa di mata kita, jangan sampai musuh-musuh Allah ,mereka menjadi penguasa di mata kita, mereka berkuasa di pendengaran kita.

Mereka musuh-musuh Allah merebut itu semua bukan dengan kekuatannya akan tetapi karena lemahnya semangat kita, lemahnya semangat kita terhadap syariat dan peneladan terhadap Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam .

Sehingga mereka (musuh-musuh Allah ) menjadi penguasa di mata kita ,di telinga kita mereka yang berkuasa di dalam ucapan kita,di dalam rumah tangga kita. Mereka semua yang mengatur apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa yang kita ucapkan yang sesungguhnya menyimpang dari ajaran Allah dan ajaran Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

yang mana kalau itu semua kita biarkan saja, kita cuekin saja kita anggap biasa saja maka kelak di hari kiamat mata ini menjadi TERHARAMKAN melihat Allah Subhanallahu wata`ala

Sifat kaum mukimin mereka mendengar pada hal yang baik, mereka melihat pada hal yang baik, manakala di perdengarkan di hadapan mereka hal-hal yang tidak baik yang membuat lupa kepada Allah subhanallahu wata`ala mereka (kaum mukminin) segera berpaling menjauh tidak mau mendengarkan hal-hal yang tidak baik tersebut.
sehingga dikatakan dalam firman Allah subhanallahu wata`ala :
manakala kalian mendengarkan ucapan-ucapan orang tersebut mengatakan perkataan-perkataan yang tidak baik maka jangan kalian duduk bareng bersama mereka,jika kalian duduk bareng bersama mereka, mendengarkan perkataan-perkataan mereka, maka kalian sama saja dengan mereka, kalian masuk ke dalam kelompok mereka, kalian masuk di dalam barisan mereka walyaudzubillahi min dzalik.

Kalau kita mau mendengar ,dengarkan ucapan para Aulia, dengarkan ucapan para anbiya, dengarkan ucapan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Sehingga hal itu menjadi bekal kita persiapan kita untuk mendengar ucapan khitob yaitu ucapan cinta dari Allah yang di tujukan kepada hamba-hamba-Nya kelak di hari Kiamat.

Sebab di hari kiamat Allah subhanallahu wata`ala memanggil hamba-Nya, berbicara kepada hamba-Nya, dan juga ada juga hamba-hamba tertentu yang di murkai oleh Allah subhanallahu wata`ala tidak di sapa, tidak di tegur oleh Allah subhanallahu wata`ala besok di hari kiamat .Walyaudzubillahi min dzalik.

Karenanya gunakanlah telinga kita untuk mendengar yang baik, gunakan mata kita untuk melihat yang baik ,yang bukan di haramkan oleh Allah subhanallahu wata`ala

Ketahuilah dimanapun kita berada , bila kita berempat yang kelimanya adalah Allah subhanallahu wata`ala, kita ber enam yang ke tujuhnya adalah Allah subhanallahu wata`ala. Allah subhanallahu wata`ala mengetahui diskusi yang terjadi diantara mereka , Allah subhanallahu wata`ala mengetahui apa yang mereka ucapkan, Allah subhanallahu wata`ala mengetahui apa yang mereka rahasiakan.

Sesungguhnya Allah subhanallahu wata`ala menciptakan diri kita mulia, dzat kita mulia , jangan kita kotori , jangan kita hinakan diri kita, dzat kita , pada telinga kita, mata kita

jangan kita jadikan diri kita, dzat kita menjadi tempat permainan dari musuh-musuh Allah subhanallahu wata`ala ,sehingga kita menjadi orang-orang yang tertipu di dalam diri kita, tertipu di dalam keluarga kita, tertipu oleh bujukan-bujukan musuh-musuh Allah subhanallahu wata`ala
Di hari jumat dan di malam jumat sudahkah kita membaca dan mendengarkan al quran? sudahkah kita membaca surat alkahfi? sudah berapa banyak kita bersholawat kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam

Jadikan pendengaran, mata lidah untuk hal-hal yang di ridhio Allah swt sehingga pendengaran kita, mata kita , lidah kita menjadi patut dan layak untuk berkhitob kepada Allah swt besok di hari kiamat
Semoga Allah memperbaiki keadaan kaum muslimin
tarjim Ad-Da`i Ilallah Habib jindan

Allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad nuuri-kas saari wa madaadikal jaari wajma’nii bihi fi kulli athwaari wa ‘ala alihi wa shahbihi yannuur


Sumber : Facebook - Jom Dakwah Bersama Ulama
17.11.2014

Sunday, 9 November 2014

Perangkap Syaitan Dan Cara Menghindarinya

Oleh: Nurul Ain Mat Deris

Syaitan adalah makhluk ghaib. Kewujudannya diberitahu kepada kita oleh Allah melalui Rasul-Nya. Kita diberitahu juga bahawa syaitan dan iblis merupakan musuh manusia. Setiap saat memerangi manusia dengan membisikkan hasutan, godaan dan tipu dayanya. Manusia yang mengerjakan ibadat kepada Allah paling dimusuhinya. Seberapa daya, dicubanya menahan manusia daripada mendekati Allah.Menurut Yahya ibni Mu adz al-Razi, Syaitan itu tidak bekerja, sedangkan kamu sibuk dengan pekerjaan dan pelbagai urusan. Syaitan sentiasa melihat kamu, sedangkan kamu tidak dapat melihatnya. Kamu selalu sahaja alpa dan melupakan jerat yang dipasangnya, tetapi dai tidak melupakan kamu.Para ulama menjelaskan pelbagai langkah untuk mengesan dan sekaligus memerangi syaitan. Menurut Imam al-Ghazali ,kita hendaklah sentiasa memerangi syaitan dengan memohon perlindungan daripada Allah swt sambil terus beribadat kepada-Nya. Jika serangan syaitan datang juga bertalu-talu dengan hebatnya, kita mestilah bersabar dan menyedari bahawa Allah hendak menguji keteguhan iman dan kesabaran dan ketulenan jihad kita. Ketahuilah perang dengan syaitan itu lebih hebat daripada perang sabil.

SEJARAH IBLIS…..

Di dalam kitab “al Wiqayah min al wa al syaitan”dijelaskan mengenai biodata dan riwayat hidup iblis yang dilaknat Allah iaitu seperti berikut…

BIODATA DIRI….

Nama:Iblis Lanatullah
Tarikh lahir:Sejak ia membantah dan enggan sujud kepada Nabi Adam setelah diperintahkan oleh Allah
Status dan martabat diri:Fasiq kelas pertama
Agama dan keyakinan : Kufur
Tempat tinggal :Di hati setiap orang yang fasik dan menyukai kebatilan
Kawasan/daerah jajahan :Semua tempat diman tidak disebut nama Allah dan kemungkaran bermaharajalela.
Tempat tinggal tetap ;neraka jahanam
Perhiasan dunia :Semua wanita yang tidak menutup aurat.
Sahabat handai:Semua golongan penguasa yang zalim

PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN

Modal utama :Angan-angan kosong dan janji-janji palsu.
Dewan orang ramai:Pasar dan pusat membeli belah
Bentuk perniagaan:Tipu muslihat dan penipuan dalam harga, timbangan dan kuantiti barang.
Semboyan:Segala bentuk perhiasan duniawi dan kemunafikan.
Uniform kerja:Segala warna dan pakaian yang merangsangkan.
Kesukaannya:Orang yang lalai dari mengingati Allah.
Yang melemahkannya :Orang yang beristighfar
Lambang korporat :Sebarang tatu.
Pejabat :Tandas
Sifat :Muzabzab.Mengikut arah angin dan kesenangan ramai.
Rakyat:Golongan munafik
Sumber rezeki:Harta haram
Jenis perkhidmatan:Menyuruh kepada kemungkaran
Arahannya:Selalu mengarahkan supaya manusia melahirkan kebatilan dan kemaksiatan
Jawatan:General Manager golongan al-Maghdhubi alihim dan golongan ad-Dhallin.
Tempoh perkhidmatan:Sehingga hari kiamat
Rakan kongsi:Syaitan-syaitan dari kalangan jin dan manusia.
Teman sejawat :Orang yang berdiam diri dan tidak mengatakan kebenaran
Watak dan sifat utama:Pembohong
Kaedah komunikasi:Mengumpat,mengadu domba dan mengintip.
Makanan yang disukai:Daging orang mati(ghibah)
Yang ditakuti:Mukmin yang bertakwa
Yang dibenci:Orang yang selalu mengingati Allah sama ada lelaki atau perempuan.
Daya tahan:”Sesungguhnya daya tahan syaitan sangatlah lemah”
Perangkapnya:Wanita
Kegemarannya:Menggoda dan menyesatkan
Cita-citanya:Supaya semua orang menjadi kafir.
Kerja yang paling disukainya :Homoseks dan lesbian
Kod isyarat pertuturan untuk pengikutnya:”Aku”(sebutan egoistik orang yang takabbur)
Para penghiburnya:Seniman dan seniwati
Yang menyebabkan ia menangis:Bilamana orang sujud kepada Allah.

SYAITAN MEMBINA EMPAYAR KESESATAN DAN KEBATILAN.

Iblis adalah mahaguru yang mengajarkan kesesatan dan kebatilan kepada manusia. Ajaran sesat ini bermula sejak Adam dicipta kemudian ditempatkan dia dan isterinya di dalam syurga. Kedudukan istimewa yang diperoleh Adam dan pasangannya, Hawa rupa-rupanya tidak disukai iblis yang sekian lama berdendam terhadapnya. Akibat dendam kesumat yang membara itulah lahir cita-cita keji bagaimana untuk mengusir Adam dari tempat dan kedudukannya yang istimewa itu. Iblis telah mengumpan Adam dan Hawa untuk memakan buah yang telah dilarang oleh Allah. Kerana terpedaya dengan pujuk rayu syaitan, akhirnya mereka memakan buah itu sedangkan Allah telah memberi peringatan agar tidak mendekati pokok itu apatah lagi memakan buahnya. Setelah memakan buah tersebut barulah mereka tersedar yang mereka telah melakukan kesalahan yang akan menimbulkan kemarahan Allah.Adam dan Hawa menangis semahu-mahunya kerana kesilapan yang telah mereka lakukan itu. Mereka akhirnya diusir dari syurga dan diturunkan ke dunia kerana mengingkari larangan yang telah Allah perintahkan.Iblis amat tidak menyukai manusia kerana dia menganggap dirinya adalah lebih mulia kerana dijadikan daripada api sedangkan manusia dijadikan daripada tanah. Apabila Allah memerintahkan untuk sujud kepada Adam,hanya iblis sahaja yang ingkar dengan perintah tersebut dan menyebabkan Allah murka.Maka dengan sebab itulah syaitan tergolong dalam ahli neraka dan kekal di dalamnya buat selama-lamanya.

Iblis dan keturunannya yang terdiri daripada jin dan syaitan tidak pernah berhenti memerangkap mangsa dan menyesatkannya.Ia menggunakan apa sahaja umpan yang sesuai dengan mangsa yang hendak diperngkapnya.
Firman Allah yang bermaksud:
“pujuklah sesiapa yang engkau dapat memujuknya dengan suaramu….” (al-Isra:64)

Mangsa syaitan terdiri daripada semua peringkat dan kedudukan manusia.Perangkap syaitan tidak kenal sama ada orang alim atau jahat, rakyat atau pemimpin ,ahli sufi atau ahli fekah, bahkan nabi-nabi juga hampir terkena perangkap syaitan jika tidak dilindungi Allah.Ibn al-Jawzi seorang ulama terkenal dalam abad ke-6 Hijrah dalam bukunya “Tablis Iblis” menyatakan ramai ulama dan ahli ibadat yang dikelirukan iblis. Hampir tiada jalan kecuali iblis tetap menunggu untuk memasang perangkapnya. Ramai yang terpesong kerana iblis amat handal dalam memerangkap manusia.

Disebutkan dalam sebuah riwayat pada suatu malam tatkala Nabi bermalam mengikut gilirannya di rumah isterinya Aisyah r.a., tiba-tiba setelah berlalu dua pertiga malam, baginda keluar rumah dan menuju ke kubur tanpa memberitahu Aisyah yang sememangnya cemburu terhadap Nabi s.a.w.Melihat Aisyah mengekorinya pada malam buta itu, baginda bertanya:Apakah engkau telah cemburu terhadapku? Jawab Aisyah:Apakah orang sepertiku tidak cemburu terhadap orang sepertimu?Nabi bertanya lagi:Apakah engkau cemburu akibat gangguan syaitan?Jawab Aisyah lagi:Jika aku diganggu syaitan,bagaimana dengan tuan?Sabda Nabi:Aku juga mungkin diganggu, tetapi Allah telah melindungiku.Jika nabi boleh diganggu,maka pewaris-pewaris nabi dan seluruh umatnya pasti diganggu selagi ada umpan yang sesuai dengan seseorang yang bakal menjadi mangsanya. Kita perlu ingat, syaitan hanya boleh mengganggu, membisik dan mewaswaskan, tetapi tidak boleh menentukan kesesatan pada manusia tanpa izin Allah.

TIPU DAYA SYAITAN TERHADAP MANUSIA

Terdapat tujuh perkara di mana tipu daya syaitan terhadap manusia dijalankan dengan begitu rapi dan teliti demi menjayakan cita-citanya iblis iaitu meramaikan pendudk neraka dengan kebanyakannya manusia dan jin.Tujuh perkara yang menjadi stategi dan panduan syaitan dalam menjayakan kesesatannya adalah seperti berikut.:

1.SYAITAN MELARANG MANUSIA BERIBADAT KEPADA ALLAH.
Inilah kerja harian syaitan terhadap manusia. Bagaimanapun, orang–orang yang dipelihara Allah akan menolak seruan syaitan ini dan mengatakan “Aku mengharap pahala dari Allah dengan melakukan pelbagai ketaatan dan amal ibadat, aku harus mempunyai bekal di dunia demi akhirat yang kekal”.

2.SYAITAN SENTIASA MEMUJUK MANUSIA AGAR TIDAK TAAT.
“Nanti saja atau sudah tua kelak”, demikian bisikan syaitan.
Bagaimanapun, orang-orang yang terpelihara akan menolaknya dengan mengatakan
“Kematianku bukan berada di tanganmu.Jika aku menunda-nunda beramal hari ini atau esok hanya menempah kerugian. Sedangkan setiap hari aku mempunyai amal yang berlainan”.

3.SYAITAN MENDORONG MANUSIA AGAR TERGESA-GESA.
“Cepatlah beramal, agar engkau dapat mengejar dan mengerjakan amalan-amalan yang lain.”bisik syaitan.
Orang-orang yang yang selamat akan menolaknya dengan mengatakan: “Amal yang sedikit tetapi sempurna lebih baik dari amal yang banyak tetapi tidak sempurna”.

4.SYAITAN MENDORONG AGAR BERAMAL KERANA MANUSIA.
Syaitan akan memerintahkan kepada manusia untuk menjalankan amal baik secara sempurna agar tidak dicela orang lain.
Mereka yang dipelihara Allah akan mengatakan “Bagi saya, penilaian cukup hanya dari Allah, dan tidak ada manfaatnya beramal kerana manusia.

5.SYAITAN MEMUJI AMALAN SESEORANG.
Apabila menjumpai orang yang taat melakukan ibadat,syaitan akan membisikkan “Betapa tinggi darjatmu dapat beramal soleh dan betapa cerdik dan sempurna dirimu.”
Orang yang dipelihara Allah akan mengatakan “Keagungan dan kesempurnaan itu hanyalah kepunyaan Allah, bukan kekuatan dan kekuasaanku. Sekiranya tanpa kurnia-Nya, apalah erti amalanku ini, dibandingkan dengan banyaknya nikmat Allah yang diberikan kepadaku, di samping dosaku yang banyak pula.

6.SYAITAN MENYEBARKAN PENYAKIT RIAK.
Syaitan membisikkan di hati manusia “bersungguh-sungguhlah engkau beramal, jangan sampai diketahui orang lain. Sebab Allah jualah memberitahu kepada orang lain bahawa engkau seorang hamba yang ikhlas.”
Orang-orang yang dipelihara Allah akan menolak godaannya dengan mengatakan “tiada hentinya engkau menggodaku dan merosak amalanku dengan pelbagai cara. Dan kini kau berpura-pura seolah akan memperbaiki amalanku, padahal kau bermaksud…merosaknya. Aku adalah hamba Allah dan Allah menjadikanku. Dan jika berkehendakkan, Allah akan melahirkan atau menyembunyikan amalanku. Dan jika menghendaki…Allah akan menjadikanku mulia dan hina. Semuanya adalah urusan Allah. Aku tidak khuatir amalanku diperlihatkan atau tidak kepada orang lain, sebab itu bukan urusan manusia.

7.SYAITAN MENAMBAHKAN PERASAAN RAGU-RAGU.
Syaitan mengatakan “Hai manusia, janganlah engkau menyusahkan diri dengan beramal ibadah. Sebab, jika Allah telah menetapkanmu sebagai orang yang berbahagia pada hari ‘azali’ kelak, maka meninggalkan ibadat pun tidak menjadi mudarat. Engkau tetap menjadi orang yang berbahagia.Dan sebaliknya jika Allah menetapkanmu sebagai orang celaka, tidak guna engkau beribadat kerana engkau tetap celaka.
Orang-orang yang terpelihara oleh Allah sudah pasti akan menolak godaan itu dengan mengatakan “Aku hanyalah hamba Allah, wajib bagiku menuruti perintah-Nya. Allah Maha Mengetahui dan berbuat apa saja sesuai dengan kehendak-Nya .Walau bagaimana keadaanku, amalanku tetap bermanfaat. Jika aku ditetapkan sebagai orang yang berbahgia,aku tetap beribadah untuk memperbanyak pahala.Dan jik aku orang yang celaka, aku juga tetap akan melakukan ibadat agar tidak menjadi penyesalan buatku. Sekiranya aku masuk neraka, padahal aku taat, itu lebih aku sukai daripada aku masuk neraka kerana berbuat maksiat.”

SIFAT, KARAKTER DAN CARA IBLIS MENGGODA.

1.MUSUH-MUSUH IBLIS
a)Rasulullah S.A.W
b)Orang beriman yang pengasih dan penyayang
c)Orang beriman yang suka memberi nasihat
d)Orang beriman yang berakhlak mulia
e)Orang beriman yang bertaubat di atas dosanya.
f)Orang beriamn yang banyak bersedekah
g)Orang beriman yang dapat memberi manfaat kepada orang ramai
h)Orang beriman yang mengerjakan solat dengan penuh khusyuk.
i)Orang kaya yang rendah hati
j)Ketua Negara atau pemerintah yang adil
k)Peniaga yang jujur dan amanah
l)Orang yang bangun beribadah di tengah malam sedang orang lain diulit mimpi.
2.SAHABAT-SAHABAT IBLIS
a)Orang kaya yang sombong.
b)Peminum arak
c)Hakim yang tidak adil
d)Peniaga yang tidak jujur
e)Orang yang tidak mengeluarkan zakat
f)Orang yang meringankan solat
g)Orang yang memakan harta anak yatim
h)Orang yang beramal kerana nama.
i)Orang yang suka duduk termenung dan mengelamun
j)Penghasud dan pendengki bilamana orang lain mendapat kesenangan

3.PINTU HATI MANUSIA YANG DIMASUKI IBLIS
a)Putus asa dan kecewa dengan rahmat Allah
b)Memandang remeh pada dosa-dosa kecil
c)Panjang angan-angan dan suka kepada puji-pujian
d)Bodoh tetapi tidak pula menyedari akan kebodohan itu.
e)Memandang rendah kepada orang lain
f)Ketika kita sedang marah kerana marah itu adalah bara api neraka.
g)Ujub,sombong,riak dan buruk sangka pada orang lain
h)Terlalu cinta dan rakus mengejar kenikmatan hidup di dunia.
i)Bersikap bakhil dengan harta yang diperolehnya.

4.RUMAH YANG TIDAK DIMASUKI IBLIS
a)Rumah yang penghuninya saling bermaaf-maafan di antara satu sama lain
b)Rumah yang penghuninya berada dalam keadaan bersih dan berzikir kepada Allah
c) Rumah yang penghuninya sentiasa menjauhkan diri dari melakukan perbuatan tercela.
d) Rumah yang penghuninya sentiasa merendahkan diri kepada Allah
e) Rumah yang penghuninya tidak melakukan perbuatan haram
f) Rumah yang penghuninya terdiri dari pasangan soleh dan solehah
g) Rumah yang penghuninya sentiasa berbakti kepada ibu bapa
h) Rumah yang penghuninya sentiasa rukuk dan sujud kepada Allah
i) Rumah yang penghuninya sentiasa menghubungkan tali silaturrahim
j) Rumah yang penghuninya sentiasa menjaga hak-hak dan kewajipan terhadap Allah

5.SENJATA MENGHALANG SYAITAN
a)Membaca Bismillah (menjadi kunci pada perbuatan baik)
b)Banyakkan berzikir dan Beristighfar
c)Tidak tidur berseorangan
d)Membaca doa pagi dan petang
e)Melaksanakan solat berjemaah
f)Berwudhuk sebelum tidur
g)Menutup aurat
h)Banyakkan berselawat ke atas Nabi S.A.W
i)Banyakkan membaca Al-Quran dan memahami maksudnya
j)Mengamalkan membaca Surah Yassin setiap pagi di samping faham akan maksudny
CARA-CARA MENGHALANG GODAAN SYAITAN.

Saya telah merenung dan memikirkan cara-cara dari pintu manakah syaitan masuk ke dalam diri manusia, ternyata ia masuk ke dalam diri melalui sepuluh pintu :

PERTAMA :
Tamak dan buruk sangka, maka aku hadapinya dengan sifat menaruh kepercayaan dan berpada dengan apa yang ada.
KEDUA :
Cintakan kehidupan dunia dan panjang angan-angan, lalu aku hadapinya dengan perasaan takut terhadap kedatangan maut yang boleh berlaku saban waktu.
KETIGA :
Cintakan kerehatan dan kemewahan, lantas aku hadapinya dengan keyakinan bahawa kenikmatan itu akan hilang dan balasan buruk pasti akan menanti.
KEEMPAT :
Kagum terhadap diri sendiri(Ujub), lantas aku menghadapinya dengan rasa terhutang budi kepada Allah dan kepada akibat yang buruk.
KELIMA :
Memandang rendah terhadap orang lain dan tidak menghormati mereka, lalu aku menghadapnya dengan mengenali hak-hak mereka serta menghormati mereka secara wajar.
KEENAM :
Hasad(dengki), lalu aku menghadapnya dengan sifat berpada(qanaah) dan redha terhadap kurniaan Allah kepada makhluknya.
KETUJUH :
Riyak dan sukakan puji-pujian, lalu aku menghadapinya dengan perasaan ikhlas.
KELAPAN :
Bakhil(kedekut), lalu aku menghadapinya dengan menyedari bahawa apa yang ada pada makhluk akan binasa manakala yang kekal itu berada di sisi Allah
KESEMBILAN :
Takabbur(membesarkan diri), lalu aku menghadapinya dengan rasa tawaduk.
KESEPULUH :
Tamak haloba, lalu aku menghadapinya dengan mempercayai ganjaran yang disediakan di sisi Allah dan tidak tamak terhadap apa yang ada di sisi makhluknya.

PINTU-PINTU SYAITAN DAN CARA MENUTUPNYA

1.Nafsu marah dan syahwat.
Syaitan berkata ‘Ingatlah aku ketika engkau sedang marah kerana ketika itu aku ada di hatimu, mataku di matamu dan aku mengalir di dalam darahmu mengikut aliran darah.
‘Ingatlah aku setelah engkau marah kerana apabila seseorang telah marah aku meniup pada hidungnya dan ia tidak sedar apa yang dibuatnya.
‘Ingatlah aku ketika menghadapi serangan musuh kerana ketika itu aku akan menemui anak Adam dan mengingatkannya kepada isteri dan anaknya sehingga menyebabkan dia berundur diri’.
‘Jauhilah duduk dengan wanita bukan muhrimmu kerana aku adalah sebagai utusan kamu berdua dan aku akan menggoda sehingga kamu tertarik satu sama lain’

2.Hasad dengki dan tamakkan keduniaan.
Rasulullah SAW bersabda,maksudnya:
‘Cintamu terhadap sesuatu adalah membutakan dan menulikan’
[Riwayat Abu Daud]

3.Kekenyangan makan
Tabiat banyak makan akan menghilangkan rasa takut terhadap Allah,menghilangkan rasa belas kasihan sesame makhluk kerana menyangka semua orang telah kenyang, memberatkan seseorang menunaikan kewajipan, tidak tertarik mendengar nasihat atau kata-kata hikmat, dan menimpakan banyak penyakit.
Syaitan berkata ‘Semua ini adalah syahwat-syahwat yang aku gunakan untuk menggoda manusia. Apabila engkau kenyang, aku akan membuatmu berat untuk menunaikan solat dan mengingati Allah’.

4.Gopoh dan tidak menyelidik terlebih dahulu.
‘Gopoh itu adalah perbuatan syaitan dan berhati-hati adalah dari suruhan Allah’.
[Riwayat At-Tirmizi]
‘Dan janganlah engkau gopoh tentang Al-quran itu sebelum selesai diwahyukan kepadamu’
[Thaha:114]

5.Harta dan wang.
Siapa yang mempunyai harta cukup untuk keperluannya sahaja, hatinya akan bersih dari sebarang keinginan syahwat.Tetapi apabila ia menjumpai 100 ribu di tengah jalan umpamanya, maka dari hatinya akan tercetus sepuluh macam syahwat dan keinginan yang masing-masing itu mahukan 100 ribu juga.

6.Lokek dan takut kemiskinan
Tiada senjata yang paling berkesan digunakan oleh syaitan seperti perasaan takut akan rasa miskin, kerana jika seseorang itu berperasaan demikian ia akan mendapatkan harta secara haram, enggan mengeluarkannya kepada yang berhak menerimanya, bercakap mengikut hawa nafsu dan menyangka buruk terhadap Tuhannya.

7.Perbuatan memikirkan tentang zat dan sifat-sifat Allah dan perkara-perkara lain tanpa ilmu pengetahuan dan di luar kemampuan fikiran.
‘Sesungguhnya syaitan mendatangi salah seorang dari kamu dan bertanya :Siapakah yang menciptamu?, Orang itu lalu menjawab:Allah tabaraka wa ta’ala, Maka syaitan bertanya lagi:Siapakah yang mencipta Allah?, Jika salah seorang dari kamu mendapati demikian maka hendaklah ia menjawab:‘Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.’Kata-kata itu akan melarikan syaitan darinya.[Mutafaq ‘Alaih]

8.Sangkaan buruk sesama kaum Muslimin.
‘Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak sangkaan kerana sebahagian sangkaan itu adalah dosa.’{Al-Hujurat:12}

CARA MENUTUP PINTU-PINTU SYAITAN…
1.Zikir.
Zikir mengingati Allah itu bolehlah diumpamakan sebagai ubat, sementara takwa itu ialah perlindungan dari bahaya iaitulah mengosongkan hati dari nafsu syahwat.
‘Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila syaitan yang datang berkunjung menipu mereka, mereka akan ingat kembali dan ketika itu mereka menjadi orang-orang yang mempunyai penglihatan’.

2.Mengamalkan Ayat Kursi
Ayat ini diturunkan semasa Hijrah.Semasa penurunannya ia telah diiringi beribu-ribu malaikat kerana kebesaran dan kemuliaannya. Syaitan dan juga iblis menjadi gempar kerana adanya satu perintang dalam perjuangan mereka.

3.Perbanyakkan menyebut akhirat.
Dunia terlalu sedikit dibandingkan dengan akhirat.1000 tahun di dunia setimpal dengan ukuran masa sehari di akhirat.Oleh itu perbanyakkanlah menyebut-nyebut perihal akhirat supaya timbul keghairahan menanam dan melabur saham akhirat.

4.Jangan menyebut-nyebut kebaikan diri dan keluarga.
Berhati-hati supaya menghindarkan diri daripada mengingati kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain.Kita perlu sedar bahawa perbuatan baik yang ada pada diri kita itu adalah datang dari Allah.Allah yang menjadikan kita orang baik,jadi kita patut bersyukur bukan mendabik dada mengatakan kita orang baik.

5.Jangan menyebut-nyebut dan menampakkan keaiban atau keburukan orang.
Kegelapan hati ditokok dengan rangsangan syaitan, selalu menyebabkan diri kita menyebut-nyebut kesalahan dan keaiban orang lain.Kita terdorong melihat keaiban orang sehingga terlupa melihat kekurangan pada diri kita sendiri bak kata pepatah ‘kuman di sebelah lautan nampak,gajah di depan mata tak kelihatan’.


Ustaz Abd Aziz bin Harjin
Pensyarah Tamadun Islam
Universiti Teknologi MARA Perlis
02600 Arau
Perlis
MALAYSIA

P: 04-9882701
H: 013-4006206
E: abdazizharjin@perlis.uitm.edu.my
W: abdazizharjin.blogspot.com

Saturday, 8 November 2014

MEMBEDAH PEMIKIRAN KELOMPOK ISLAM LIBERAL

Oleh Dr Riduan Mohamad Nor
Terjahan kepada Islam berlangsung disepanjang zaman dan menuntut ummat Islam berdada dengan penyelewengan ini. Antara kebobrokan yang kian mendapat tempat dikalangan umat Islam yang jahil ialah fahaman Islam liberal, menyusup secara diam dan pantas dalam akar ummah dipelbagai posisi. Isu ini makin menjadi hangat dengan polemik SIS dan juga Majlis Fatwa dan juga pihak berkuasa agama yang lain.

Bentuk-Bentuk Pemikiran Golongan Islam Liberal

1. Mereka menganut fahaman pluralisme

Iaitulah fahaman yang menyatakan bahawa semua agama adalah sama yakni benar belaka. Orang Islam tidak boleh meyakini bahawa hanya agama Islam sahaja yang benar. Sebaliknya mereka hendaklah mengiktiraf agama lain juga benar dan betul. Urusetia Jaringan Islam Liberal, Ulil Abshar Abdalla dalam majalah Gatra (Indonesia) keluaran 21 Disember 2002 menyatakan: "Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran".
Dengan fahaman inilah, maka lahirnya ideologi Pancasila di Indonesia. Darinya juga, penganut fahaman Islam Liberal menyeru agar dibenar perkahwinan campur antara agama kerana semua agama adalah benar dan betul dan perkahwinan sebegini sememangnya telah diamalkan di Indonesia menunjukkan kejayaan besar golongan Islam Liberal di sana. Di Malaysia, penularan fahaman Pluralisme dapat dilihat dalam kes-kes berikut;
a. Sambutan Kongsi-Raya iaitu menyambut perayaan agama secara bersama-sama di antara agama-agama di Malaysia (Islam, Hindu, Cina dan Kristian). Sekalipun telah ditegur oleh Mufti dan para ulama dalam Muzakarah Ulamak 2006 (13 Jun) di Perak sebagai bertentangan dengan Islam, namun golongan Islam Liberal menolak pandangan Mufti dan ulama-ulama tersebut dan menuduh mereka jumud, kolot atau berpemikiran tertutup.
b. Kerana terpengaruh dengan fahaman Pluralisme inilah maka beberapa Menteri Muslim dan sebuah NGO muslim (iaitu Sisters In Islam) telah turut menyokong penubuhan InterFaith Council (IFC) atau Majlis/Suruhanjaya Antara Agama-Agama. Suruhanjaya Antara Agama ini dicadangkan oleh MCCBCHS atau Majlis Kristian Budha Hindu dan Sikh Malaysia melalui memorandum yang telah dihantar ke Majlis Peguam pada 21 Ogos 2001.
2. Mendesak agar diberikan hak kebebasan murtad untuk penganut Islam di Malaysia
Dalam isu murtad - seperti kes Lina Joy (yang nama asalnya Azlina Jailani), golongan Islam Liberal di Malaysia antara yang mendesak agar penganut Islam diberi hak untuk murtad dari agama (Islam) tanpa sebarang tindakan undang-undang dan tanpa tertakluk dengan keputusan Mahkamah Syariah. Seorang peguam yang juga merupakan ahli parlimen daripada parti kerajaan iaitu Zaid Ibrahim pernah mengungkapkan isu murtad ini dalam satu forum yang dianjurkan oleh SUHAKAM pada 9 September.
Bagi kelompok Islam Liberal yang jahil ini mereka berhujah bahawa Hak untuk murtad menurut mereka adalah kebebasan beragama yang juga diakui oleh al-Quran. Mereka menyalah tafsirkan ayat Allah yang berbunyi;
"Tidak ada paksaan dalam agama".
(Al-Baqarah; 256)
Menurut tafsiran ulama-ulama tafsir yang muktabar, ayat di atas hanya terpakai bagi orang bukan Islam, yakni mereka tidak harus dipaksa untuk menganut Islam kecuali dengan kerelaan sendiri. Adapun bagi penganut Islam, maka mereka wajib beramal dengan segala tuntutan Islam termasuk tuntutan memelihara Aqidah dan Iman. Dalam kes murtad, orang Islam yang keluar dari agama akan dikenakan hukuman yang berat di akhirat dan di dunia. Hukuman di akhirat ia akan dihumbankan Allah dalam neraka untuk selama-lamanya.
Adapun hukuman di dunia ia akan dibunuh sebagaimana yang sabit dengam dalil as-Sunnah yang soheh iaitu sabda Nabi SAW yang bermaksud:
"Sesiapa menukar agamanya (yakni murtad), maka hendaklah kamu membunuhnya".
(Riwayat Imam Bukhari, Ahmad, Abu Daud dan lain-lain dari Ibnu Abbas)
3. Ayat-ayat al-Quran perlu ditafsir semula agar selari dengan peredaran zaman
Menurut golongan Islam Liberal, Al-Quran perlu ditafsir semula tanpa terikat dengan tafsiran ulama-ulama terdahulu. Tafsiran ulama-ulama terdahulu telah jauh ketinggalan dan tidak sesuai lagi untuk zaman sekarang. Dalam mentafsir al-Quran tidak perlu terikat dengan ilmu Asbabun-Nuzul, Nasikh wal Mansukh, tafsiran Rasulullah, para sahabat dan ahli-ahli tafsir terdahulu. Memadai menurut mereka tafsiran itu menepati logik akal dan rasional.
"Semua umat Islam perlu kembali kepada asas-asas Islam dengan menolak tafsiran klasik (lama) yang telah ketinggalan zaman. Kepada umat Islam, kita menyeru supaya digerakkan usaha-usaha membuat tafsiran al-Quran berdasarkan kaedah saintifik". (Kassim Ahmad, 12 Oktober 2000, News Straits Times)
Jelasnya, golongan Islam Liberal mengajak umat Islam kepada penafsiran ayat-ayat al-Quran berdasarkan ilmu akal semata-mata. Kerana itu mereka awal-awal lagi telah menolak hadis Nabi yang bermaksud "Sesiapa yang mentafsir al-Quran dengan akal fikirannya semata-mata, maka sediakanlah tempat duduknya dari api neraka" dengan mendakwa hadis tersebut bercanggah dengan al-Quran yang menyeru manusia supaya berfikir, merenung dan menggunakan akal.
4. Mempertikai syari'at Allah dan hukum-hakam fiqh dengan hujah rasional
Pada pandangan mereka hukum syari'at Islam adalah ciptaan ulama dan fuqahak. Oleh itu, mereka menganggap Syariat Islam tidaklah suci secara sepenuhnya dan ia terdedah kepada penilaian semula dan kritikan termasuklah hukum-hakam Syari'at yang Qat'ie. Antara hukum-hakam Syari'at yang menurut pandangan mereka perlu dinilai semula ialah;
a. Hukum faraid yang tidak sama rata antara lelaki dan wanita
b. Keharusan poligarni bagi lelaki.
c. Kewajipan bertudung kepala ke atas wanita
d. Hukuman bunuh ke atas orang murtad
e. Hukum jenayah Hudud yang menurut mereka adalah pengaruh budaya Arab Jahiliyah
f. Larangan wanita dari menjadi pemimpin termasuklah dalam solat.
g. Hak mutlak suami untuk mencerai isteri
h. Larangan perkahwinan antara orang Islam dan bukan Islam
i. Undang-undang moral agama yang dikatakan melanggar hak asasi dan kebebasan manusia
Demi menjayakan hasrat mereka itu maka mereka menyeru kepada pembaharuan Fiqh secara bebas tanpa perlu merujuk kepada ulama dan disiplin ilmu Usul Fiqh. Golongan Islam Liberal menolak autoriti ulama dalam bidang agama. Mereka amat menekankan kebebasan berpendapat dana sesiapa sahaja berhak bercakap tentamg agama.
5. Menolak penguatkuasaan undang-undang moral agama
Golongan Islam Liberal menentang penguatkuasaan undang-undang moral berteraskan agama kerana menurut mereka undang-undang tersebut melanggar kebebasan dan hak asasi manusia.
Sebagai contohnya, tindakan pihak berkuasa tempatan (PBT) dan Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (JAWI) suatu ketika dulu menahan para pengunjung Islam di pusat-pusat hiburan telah mendapat bantahan keras dari Sisters In Islam dan 50 NGO yang lain. Mereka telah mengemukakan memorandum kepada pihak kerajaan supaya tidak menggunakan pendekatan undang-undang untuk mengawasi akhlak rakyat kerana tindakan itu dianggap bercanggah dengan hak asasi manusia.
Malah dalam satu kenyataannya SIS meminta pihak kerajaan agar membubarkan semua undang-undang agama yang menghalang rakyat daripada mengecapi hak asasi peribadi dan bersuara. Malahan pertubuhan itu juga tidak bersetuju dengan apa cara dan usaha menggunakan undang-undang untuk memelihara iman seorang muslim. Ini kerana persoalan yang berkaitana dengan moral dan agama dianggap sebagai hak peribadi dan kebebasan tersebut tidak seharusnya dikawal dengan menggunakan kuasa perundangan.
(Penulis ialah AJK PAS Pusat, Timbalan Pengerusi Lujnah Dakwah PAS)

Sumber: Facebook
8.11.2014