Friday 21 December 2018

PANDANGAN NON MUSLIM TENTANG NABI MUHAMMAD S.A.W.

"SubhanAllah... banyak diantara para tokoh non-muslim pun yang mengakui kemuliaan Baginda Muhammad saw, cahaya-cahaya dan petunjuk Ilahi Rabbi memang tak akan pernah kalah dan sirna walau dengan badai duri dan fitnahan sekeji apapun."


NAPOLEON BONAPARTE (1769-1821)
Seorang tokoh Perancis, lahir di Agaccion, panglima perang kenamaan, Pendiri imperium Perancis. Banyak negeri yang berhasil ditaklukan olehnya, antara lain Italy pada tahun 1794, Mesir pada tahun 1798 dan Palestina pada tahun 1799. Akan tetapi ia gagal menyerbu Rusia dan terpukul mundur di Waterlo.

Cherfils di dalam bukunya yang berjudul Bonaparte et I’Islam halaman 105 mensitir kata-kata Napoleon I sebagai berikut:
“Musa telah menerangkan adanya Tuhan kepada bangsanya, Yesus kepada dunia Romawi, dan Muhammad kepada seluruh dunia enam abad sepeninggal Yesus bangsa adalah bangsa penyembah berhala, yaitu ketika Muhammad memperkenalkan penyembahan kepada Tuhan yang disembah oleh Nabi Ismail, Musa dan Isa. Sekte Arius dan sekte-sekte lainnya telah mengganggu kesentosaan timur dengan jalan membangkit-bangkitkan persoalan tentang sifat Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan roh Kudus, Muhammad mengatakan: Tidak ada Tuhan selain Allah yang tidak berbapa, tidak beranak dan “Trintas” itu kemasukan ide-ide sesat”.

Muhammad seorang bangsawan, ia mempersatukan semua patriot. Dalam beberapa tahun kaum Muslimin dapat menguasai separuh bola bumi. Jiwa manusia yang mereka selamatkan, berhala-berhala yang mereka hancurkan dan tempat-tempat pemujaannya yang mereka runtuhkan selama 15 tahun jauh lebih banyak dibanding dengan yang pernah dilakukan oleh para pengikut Musa dan Isa selama 15 abad. Muhammad memang seorang manusia besar. Sekiranya revolusi yang dibangkitkannya itu tidak dipersiapkan oleh keadaan, mungkin ia sudah dipandang sebagai “dewa”. Ketika ia muncul, bangsa Arab telah bertahun-tahun terlibat dalam berbagai perang saudara.”


JOHN WILLIAM DRAPPER (1811-1882)

Ia seorang ilmuwan dan penulis berkebangsaan Amerika, mahaguru ilmu kimia pada Universitas of New York. Di dalam bukunya yang berjudul A History of Intelectual of Europe, jilid I halaman 29-30 (London 1875), ia antara lain berkata:
“Empat tahun sepeninggal Justinianus lahirlah di Mekah, di tanah Arab, seorang pria melebihi semua pria, telah memberikan pengaruh besar terhadap umat manusia, Muhammad. Dengan kemerdekaan yang asing bagi dunia lama itu ia mengakui dan menjamin keselamatan manusia di dalam setiap agama, asalkan mereka hidup berkebajikan”.


ALFRED GUILLAUME

Di dalam bukunya yang berjudul Islam, halaman 8 (London 1954), ia mengatakan:
“Pada garis besarnya baiklah kita katakanlah, bahwa Muhammad itu seorang tokoh agung dalam sejarah dunia. Kemampuannya sebagai negarawan dalam menghadapi berbagai masalah yang rumit dan luar biasa benar-benar mengagumkan”.

DR. G. W. LEITNER


Di dalam bukunya yang berjudul Mohamedanism, halaman 4 (Lahore 1893) ia mengatakan antara lain:
“Pada suatu ketika ia (Muhammad saw) menerima wahyu yang menegur dirinya karena ia berpaling muka dari seorang yang buta. Saat itu ia sedang bercakap-cakap dengan seorang terpandang dalam pemerintahannya. Terbukti wahyu yang menegur dirinya itu diumumkannya sendiri. Itu merupakan suatu perbuatan yang tidak mungkin dilakukan jika ia seorang penipu, sebagian orang Nasrani menamai Nabi besar yang berkebangsaan Arab itu”.



GEORGE BERNARD SHAW (1856-1950)
Ia seorang sastrawan, kritikus dan penulis kenamaan, berkebangsaan Irlandia. Di dalam bukunya yang berjudul Getting Merried, yang kutipannya terdapat di dalam buku berbahasa Belanda De Kracht van den Islam, halaman 50, ia mengatakan:
“Seperti Napoleon, saya pun menyukai ajaran Muhammad. Saya yakin, seluruh imperium Inggris akan menganut ajarannya sebelum abad ini berakhir. Pribadi Muhammad sangat agung, saya mengaguminya dan saya menganut pandangan hidupnya. Saya menjunjung setinggi-tingginya agama yang di bawakan oleh Muhammad, karena gaya hidup agama itu yang mengagumkan. Itulah agama satu-satunya yang bagi saya tampak memiliki kesanggupan sesuai dengan tahap-tahap perubahan Zaman dan sanggup pula menempatkan dirinya pada setiap situasi".

Tidak diragukan lagi, bahwa dunia akan memberi penilaian tinggi terhadap ramalan orang seperti saya. Saya meramalkan, agama yang dibawakan Muhammad patut diterima oleh Eropa sekarang. Dalam Zaman abad-abad pertengahan gereja Nasrani – karena ketidaktahuannya – menggambarkan Islam dalam warna yang paling gelap. Mereka memang dilatih untuk membenci Muhammad dan agamanya. Bagi mereka Muhammad adalah “dajjal”. Saya telah mempelajari pribadinya. Ia seorang pria yang menakjubkan jauh dari pada Dajjal. Ia harus disebut Juru Selamat terbesar umat manusia. Saya yakin, jika orang seperti dia memegang pucuk pimpinan dunia modern sekarang ini, ia akan membawa kedamaian dan kebahagiaan yang sangat didambakan”.


 Thanks for reading & sharing Subhanallah

Copy and paste:
21 Disember 2018: 8.00 pm

No comments: