Saturday, 22 November 2014

Kisah hidayah Allah di Australia

Bismillahir rahmaanir rahiim..
Kisah nyata ini ramai diberitakan sejak tahun 2011, bagaimana seorang gadis belia berumur 17 tahun, Susan Carland asal Australia mencari kebenaran selain agama kristen yang dianutnya sejak kecil.
Semua agama ia pelajari, hingga agama Islamlah yang tersisa untuk dipelajari. Ia melakukan banyak diskusi chatting di internet dengan beberapa Muslimah. Kesan pertama dari para Muslimah yang dikenalnya adalah bahwa mereka adalah orang yang sangat mengagumkan dan luar biasa. “Mereka dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan saya” kata Susan. Ia juga merasakan kebebasan intelektual.
Ketika Susan ungkapkan kepada Ibunya bahwa ia melakukan sebuah resolusi agama pada dirinya, ibunda Susan mengatakan “menikahlah dengan siapa saja bahkan seorang bandar narkoba sekalipun, asal bukan seorang Muslim”.
Dua tahun kemudian pada usia 19 thn, Susan menyatakan diri beragama Islam. Suatu malam ibunda Susan membuat makan malam daging babi iris. Susan mengatakan bahwa ia tidak akan lagi memakannya, seketika itu juga ibunda Susan tahu bahwa Susan telah beragama Islam. Ibundanya menyebutnya ‘korban Islam’. “Ibu memeluk saya tapi ia menangis.” ungkap Susan.
Hari-hari berikutnya hubungan Ibunda Susan dengan Susan adalah masa-masa yang paling sulit hingga 8 tahun berjalan suasana antara keduanya sudah mulai membaik. Bahkan ibunda Susan sering membelikan jilbab untuk Susan dan hadiah kepada anak-anak Susan ketika Idul Fitri.
“Saya mencintai Islam dan Muslim, tanpa keraguan. Orang-orang yang paling mengagumkan dan paling inspiratif yang pernah saya temui adalah kaum Muslimin, dan hal itu membantu saya untuk tidak menarik diri sama sekali dari tengah masyarakat. Ketika saya membiarkan agama bicara untuk dirinya sendiri melalui tradisinya, melalui para ulama dan teks-teks suci, untuk melawan apa yang ditulis para wartawan di tabloid-tabloid dan perilaku muslim yang menggemparkan, saya menemukan bahwa Islam adalah agama yang penuh kedamaian, egalitarian, berkeadilan sosial dan keseimbangan yang indah antara spiritual dan intelektual.”
Susan menikah dengan seorang lelaki muslim pada Februari 2002. Ia menggelar pesta pernikahannya di kebun binatang Melbourne. Suaminya seorang pengacara bernama Waleed Aly, yang juga menjabat sebagai dewan eksekutif Islamic Council of Victoria. Aly, muslim keturunan Mesir yang lahir di Australia itu juga menjadi dosen di Universitas Monash dan bekerja di Global Terrorism Research Centre.
“Ketika saya masuk Islam, saya dan Waleed belum bertemu. Saya masih seorang diri. Kami memutuskan menikah beberapa tahun setelah saya menjadi seorang muslimah,” tukas Susan.
Sejak ia memeluk Islam, ia mendakwahkan Islam. Ia mendirikan Salam cafe yang ditayangkan secara nasional oleh televisi Australia. Ia sering diundang sebagai pembicara di kampus, masjid, organisasi bisnis, gereja, bahkan komunitas Yahudi. Ia juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai tokoh muslim Australia 2004 dan mendapatkan hadiah 2000 dollar Australia. (muslimvillage/dp/dais )
Semoga bermanfa'at.

Kisah hidayah Allah di Australia

Bismillahir rahmaanir rahiim..

Kisah nyata ini ramai diberitakan sejak tahun 2011, bagaimana seorang gadis belia berumur 17 tahun, Susan Carland asal Australia mencari kebenaran selain agama kristen yang dianutnya sejak kecil.

Semua agama ia pelajari, hingga agama Islamlah yang tersisa untuk dipelajari. Ia melakukan banyak diskusi chatting di internet dengan beberapa Muslimah. Kesan pertama dari para Muslimah yang dikenalnya adalah bahwa mereka adalah orang yang sangat mengagumkan dan luar biasa. “Mereka dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan saya” kata Susan. Ia juga merasakan kebebasan intelektual.

Ketika Susan ungkapkan kepada Ibunya bahwa ia melakukan sebuah resolusi agama pada dirinya, ibunda Susan mengatakan “menikahlah dengan siapa saja bahkan seorang bandar narkoba sekalipun, asal bukan seorang Muslim”.

Dua tahun kemudian pada usia 19 thn, Susan menyatakan diri beragama Islam. Suatu malam ibunda Susan membuat makan malam daging babi iris. Susan mengatakan bahwa ia tidak akan lagi memakannya, seketika itu juga ibunda Susan tahu bahwa Susan telah beragama Islam. Ibundanya menyebutnya ‘korban Islam’. “Ibu memeluk saya tapi ia menangis.” ungkap Susan.

Hari-hari berikutnya hubungan Ibunda Susan dengan Susan adalah masa-masa yang paling sulit hingga 8 tahun berjalan suasana antara keduanya sudah mulai membaik. Bahkan ibunda Susan sering membelikan jilbab untuk Susan dan hadiah kepada anak-anak Susan ketika Idul Fitri.

“Saya mencintai Islam dan Muslim, tanpa keraguan. Orang-orang yang paling mengagumkan dan paling inspiratif yang pernah saya temui adalah kaum Muslimin, dan hal itu membantu saya untuk tidak menarik diri sama sekali dari tengah masyarakat. Ketika saya membiarkan agama bicara untuk dirinya sendiri melalui tradisinya, melalui para ulama dan teks-teks suci, untuk melawan apa yang ditulis para wartawan di tabloid-tabloid dan perilaku muslim yang menggemparkan, saya menemukan bahwa Islam adalah agama yang penuh kedamaian, egalitarian, berkeadilan sosial dan keseimbangan yang indah antara spiritual dan intelektual.”

Susan menikah dengan seorang lelaki muslim pada Februari 2002. Ia menggelar pesta pernikahannya di kebun binatang Melbourne. Suaminya seorang pengacara bernama Waleed Aly, yang juga menjabat sebagai dewan eksekutif Islamic Council of Victoria. Aly, muslim keturunan Mesir yang lahir di Australia itu juga menjadi dosen di Universitas Monash dan bekerja di Global Terrorism Research Centre.

“Ketika saya masuk Islam, saya dan Waleed belum bertemu. Saya masih seorang diri. Kami memutuskan menikah beberapa tahun setelah saya menjadi seorang muslimah,” tukas Susan.

Sejak ia memeluk Islam, ia mendakwahkan Islam. Ia mendirikan Salam cafe yang ditayangkan secara nasional oleh televisi Australia. Ia sering diundang sebagai pembicara di kampus, masjid, organisasi bisnis, gereja, bahkan komunitas Yahudi. Ia juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai tokoh muslim Australia 2004 dan mendapatkan hadiah 2000 dollar Australia. (muslimvillage/dp/dais )

Semoga bermanfa'at.
Like
Sumber: Facebook
22.11.2014

Friday, 21 November 2014

Ciri Orang Yang Mendapat Hidayah

Bismillahir rahmaanir rahiim..
Hidayah adalah petunjuk ALLAH dihati manusia menuju jalan kebenaran ....
1. Salman al Farisi terlahir sebagai seorang Majusi . Hatinya tidak mendapatkan ketenangan dan selalu berpindah dari satu rahib ke rahib yang lain untuk mendapatkan hidayah . Ia meninggalkan kampung halamannya berpindah dari satu kota ke kota yang lain untuk mendapatkan hidayah . Sampai pun ia rela statusnya menjadi budak dikarenakan keras hatinya untuk mencari hidayah itu . ALLAH pun lalu memberikan hidayah itu padanya setelah pencarian dan pengorbanan yang panjang lagi melelahkan .
2. Ikrimah bin Abu Jahal mewarisi kebencian ayahnya terhadap Rasulullah dan Islam . Ia selalu berpaling dan memalingkan hatinya dari hidayah . Ia berjuang sekuat tenaga untuk tidak meyakini hidayah itu . Sewaktu penaklukan Makkah ia termasuk salah seorang yang diumumkan Rasulullah untuk dibunuh dikarenakan perbuatannya memusihi Islam dan kaum Muslimin . Ikrimah tahu bila ia masuk Islam Rasulullah pasti akan memaafkan dan mencabut statement nya itu . Tapi ikrimah sungguh keras hatinya menolak hidayah . Ia melarikan diri dari Mekkah , lari dari hidayah itu . Namun justru dalam pelariannya dari hidayah itu ia mendapat hidayah dari ALLAH . Ketika perahunya terombang ambing dihantam badai di lautan, Ikrimah berikrar untuk mendekap hidayah itu bila ia selamat dari musibah tenggelam . ALLAH Maha Mendengar .. lalu ia pun diselamatkan ALLAH dan mengikrarkan keislamannya dihadapan rasulullah di Madinah .
3. Seorang rahib ahli ibadah , beroleh hidayah dari ALLAH sehingga hidupnya hanya untuk ibadah . Namun ALLAH berkehendak mengujinya dengan godaan-godaan syaithan ... sehingga ia berzina, membunuh dan musyrik . ALLAH mencabut secara perlahan hidayah dari diri si rahib .... perlahan sampai habis ke akar-akarnya ....
3 ( tiga ) kisah perjalanan hidup anak manusia diatas jelas menggambarkan pada kita bahwa hidayah itu mutlak hak prerogatif nya ALLAH . Tidak ada campur tangan manusia untuk memperolehnya . Allah memberikan hidayah NYA pada hamba NYA yang IA kehendaki ... baik meminta ... ataupun tidak meminta . Bila saat ini hidayah itu telah ada di dalam dada kita, syukurilah ... agar hidayah itu terus ditambah oleh NYA ... agar IA tidak mencabut NYA .... karena itu dalam tiap shalat kita selalu berdoa " ihdinas shirathal mustaqiim " Ya ALLAH tunjukilah ( beri kami hidayah ) kami ke jalan yang lurus "
Allah SWT. Berfirman:
"Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberikan petunjuk orang-orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus" 
(QS. Al-Baqarah: 213).

Berikut ini beberapa ciri orang yang mendapat hidayah:
1. Merasa mudah dalam beramal saleh.
Orang yang telah mendapatkan hidayah taufiq akan merasa mudah atau ringan dalam melakukan amal saleh, rajin dan tekun dalam beribadah, serta sangat takut berbuat kedurhakaan.
Sementara orang yang tidak mendapatkan hidayah-Nya, akan merasa malas dalam beramal saleh dan tidak merasa bersalah jika berbuat maksiat.
Allah SWT. Berfirman:
Barang siapa yang Allah kehendaki untuk mendapat petunjuk, Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al An’am 6: 125)

Maksud ayat Dia melapangkan dadanya untuk Islam adalah orang yang mendapat hidayah akan merasa mudah melaksanakan ajaran-ajaran-Nya, dadanya lapang tanpa beban. Dan yang dimaksud niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit adalah orang yang tidak mendapat hidayah, akan merasa malas dalam beramal saleh karena dadanya merasa sesak saat melaksanakan aturan-aturan Allah SWT.
2. Konsisten.
Orang yang mendapat hidayah taufiq akan konsisten dalam menjalankan perintah-perintah-Nya. Akan merasa nikmat saat beribadah kepada-Nya. Hal ini dijelaskan dalam ayat berikut :
Allah SWT. Berfirman:
Bagaimanakah kamu menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada ditengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. 
(QS. Ali Imran 3: 101).

Maksud ayat Barangsiapa yang berpegang teguh kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus ialah orang-orang yang mendapat petunjuk atau hidayah akan berpegang teguh atau konsisten pada ajaran-ajaran Allah SWT.
3. Bersemangat dalam mempelajari ajaran agama.
Orang yang mendapat hidayah taufiq akan memiliki semangat untuk selalu menelaah ajaran-ajaran Allah. Islam itu agama yang harus juga dipahami, bukan sekedar diyakini.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
“Apabila Allah akan memberikan kebaikan pada seseorang, Dia faqihkan orang tersebut dalam agama”.

Yang dimaksud Dia faqihkan orang tersebut dalam agama adalah orang tersebut bersemangat untuk menelaah ajaran-ajaran Islam.
--------------------------------------***
Allah Subhanahu Wa-Ta'ala berfirman :
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ٨:٥٦
"Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk". 
(Al Qashash [28] : 56).

Semoga Kita Semua Selalu dalam Lindungan Allah Subhanahu Wa-Ta'ala serta senantiasa Mendapatkan Hidayah-Nya..
Aamiin Ya Rabbal'alamin.


Sumber: Facebook
21.11.2014