Wednesday, 14 November 2012

HUKUM ZIHAR


HUKUM ZIHAR
Larangan Suami menyamakan Isteri dengan Emak atau Kakak atau Adik perempuan.

Malah dilarang juga Suami memanggil Isteri dengan panggilan MAMA, IBU, UMI, MAK.

Hukum (Zhihar) berdasarkan kesepakatan para ulama adalah haram. Ini dilandaskan kepada Firman Allah “Orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun”.
(QS. Al-Mujadalah: 3).

Kifarat (Denda) Bagi Suami yang Menzhihar Istrinya
Suami yang menzhihar Istrinya, maka dia wajib menbayar kifarat (Denda) sebelum dia bercampur dengan Istrinya. Sebagaiman yang termaktub dalam surat Al-Mujadalah. Allah SWT Berfirman “Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih”
(QS. Al-Mujadalah: 3-4).


No comments: